Sunday, November 15, 2015

OPINI: Teror Bom di Paris


SKET - COPYRIGHT © BONEPOS 2015
Oleh : Hamdan
Pengamat Social Media

TEROR, sebuah aksi kekerasan yang bertujuan menyebarkan ketakutan di masyarakat memang bisa dilakukan oleh siapa saja, agama maupun kelompok mana saja. Sebelumnya, bulan Januari kemarin tahun ini, Paris juga diguncang tragedi penyerangan ke kantor redaksi Charlie Hebdo

Mengenai serangan teroris di Paris, Prancis atau disebut Paris Attack jilid 2 yang sejauh ini menewaskan 130 orang, sebelumnya kita ucapkan belasungkawa terhadap korban tragedi pengeboman oleh aksi terorisme. Segala bentuk tindakan yang menghilangkan nyawa manusia patut dilawan.

Serangan teror bersenjata dan bom ke The City Of Light terjadi hanya beberapa jam setelah Pentagon mengumumkan serangan udara militer AS ke Raqa, sebuah kota di Suriah yang dipercayai menjadi salah satu pusat kegiatan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Namun dalam hal ini saya melihatnya sebagai motif ekonomi dan politik bukan motif pertentangan ideologi apalagi pertentangan agama.

Aksi teror yang mengatasnamakan Islam memang menjadi sorotan dunia sejak Tragedi 11 September 2001. Sejak itu, AS memimpin koalisi perang melawan teror dan mengajak serta sekutunya, terutama di Eropa, termasuk Prancis, negeri yang memiliki jumlah penduduk Muslim terbesar di Eropa, dengan masyarakat yang majemuk.

Lalu kemudian pertanyaannya, kenapa Prancis menjadi serangan teror bom?

Ada beberapa hal yang saya fikir penting untuk dicermati sehingga benang merahnya mampu disimpulkan.

Uni Eropa itu satu gerbong dengan Amerika Serikat yang kepentingan mereka sama atas Timur Tengah. Ketika Amerika Serikat terusik dengan poros segitiga (Suriah-Iran-Rusia) yang dibangun oleh Bashar Assad, Uni Eropa terusik termasuk juga Prancis.

Pertama, pernyataan presiden Hollande bahwa teror di Paris yang menewaskan lebih dari 130 orang adalahserangan kelompok ISIS yang ada di Suriah.

Kedua, Presiden Hollande pernah mengeluarkan pernyataan bahwa tidak akan ikut campur dalam penyelesaian konflik di Suriah dan mendukung melawan pasukan militan anti Assad di Suriah melalui pengiriman senjata bahkan Hollande dengan tegas mendorong embargo senjata eropa ke suriah.

Maka perlu diperhatikan, pertama, Melalui aksi teror negara, hal ini akan dijadikan alasan untuk menutup perbatasan eropa dan melakukan pengawasan yang lebih ketat. Kenapa? karena ini merupakan cara untuk menolak pengungsi dari wilayah konflik sperti suriah, iraq dan libya. 


Kedua kasus teror Bom di Paris bisa menjadi kontra intelijen untuk memancing agar Prancis masuk dalam perang suriah. Hal ini mirip dengan memaksa amerika dulu untuk ikut perang Dunia ke II yang memancing Jepang mengebom Pearl Harbor yang kemudian dijadikan alasan Amerika untuk mengebom Nagasaki dan Hiroshima di jepang.

Ketiga, aksi teror di Paris Prancis menjadi headline text untuk alasan mendorong operasi teror serangan ke negara Libya, Iraq dan Suriah dengan dalih untuk membasmi terorisme.

Keempat Melalui operasi teror maka pengiriman senjata yang dibiayai oleh pajak negara akan menjadi hal yang perlu juga diperhatikan dari sisi ekonomi. Maka APBN negara yang digunakan untuk membiayai pengungsi negara konflik itu lalu diarahkan menjadi pembiayaan senjata dengan dalih keadaan darurat oleh aksi teror.

Oleh karena itu, yang jadi pertanyaan penulis ialah (1) siapa yang memancing Prancis jika kemudian negara tersebut melakukan operasi teror ke suriah ? (2). Apakah benar teror bom di Paris, Prancis murni gerakan teror dari ISIS ?  


Editor: Enal Shaenal
COPYRIGHT © BONEPOS 2015
\

 
About | Contact | Sitemap | Privacy
Back To Top