Sunday, November 15, 2015

Belanja APBN 2015 Dinilai Belum Mencerminkan Kebijakan Fiskal yang Kuat

Diskusi Publik yang digelar di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta, Minggu siang, 15 November 2015 kemarin. (FOTO/IST).

Pewarta
Hikmah

JAKARTA.BONEPOS - Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) seharusnya didesain sesuai dengan fungsi alokasi, fungsi distribusi, dan fungsi stabilisasi dalam upaya mendukung penciptaan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional yang tinggi dan berkualitas.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pembina Barisan Nusantara Awalil Rizky dalam diskusi yang digelar di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta, Minggu siang, 15 November 2015 kemarin.

"Selama ini APBN disusun hanya berdasarkan pada pendekatan akuntansi dan lebih taat kepada asas birokrasi daripada melaksanakan fungsi kebijakan fiskal yang baik dan kuat seperti yang diamanatkan oleh UU," ungkap Awalil Rizky yang juga mantan Pokja APBN Tim Transisi Jokowi-JK.

Menurutnya, angka-angka alokasi belanja dalam APBN 2016 tidak mendukung target pembangunan dan arah kebijakan yang merespon tantangan ekonomi terkini maupun tahun mendatang.

"Langkah mengurangi subsidi tidak optimal dialokasikan pada pos-pos yang merespon kondisi dan kurang membuktikan apa yang dikedepankan dalam agenda Nawacita ataupun RPJMN," kata dia lagi.

Lebih lanjut Awalil mengungkapkan, bahwa ada kesan belanja prioritas kepada infrastruktur dengan sendirinya mengatasi semua masalah.

"Padahal tidak demikian, karena harus dicermati infrastruktur yang bagaimana, untuk apa dan siapa manfaat terbesarnya," ujar Awalil.

Sementara itu Direktur Penyusunan Anggaran Kementerian Keuangan, Kunta Wibawa menyoroti adanya perubahan arah orientasi APBN 2016. Dia mencontohkan tentang alokasi anggaran subsidi pada APBN 2016 yang makin ramping dan lebih memilih mengalokasikan anggaran pada sektor yang bersifat produktif.  


Editor: Enal Shaenal
COPYRIGHT © BONEPOS 2015
\

 
About | Contact | Sitemap | Privacy
Back To Top