SULSEL.INFO. MAKASSAR - Teror bom yang terjadi di Sarinah M Thamrin kemarin masih menyisakan ketakutan bagi mayarakat Indonesia, khususnya di Ibukota Jakarta sendiri.
Para antek teroris
yang melakukan pengeboman dan penembakan secara brutal dianggap sebagai sesuatu yang sangat berani dan
terorganisir.
Arqam Azikin, Pengamat Politik dan Hukum Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), berkata, para teroris di Jakarta adalah orang yang sudah terlatih khusus.
"Teroris yang beraksi di Jakarta
melakukan perlawanan terbuka dengan aparat polisi dengan cara
melemparkan granat, artinya kelompok teror ini sudah mendapatkan latihan
khusus dalam melakukan serangan di tengah kota," katanya.
Arqam melanjutkan teror ini ditujukan kepada pimpinan institusi
keamanan dan pimpinan lembaga-lembaga negara sebab berani muncul di
pusat Ibu Kota Negara dan melakukan aksinya di siang hari.
"Metode peledakan siang hari, dengan pelakunya muncul tanpa penutup wajah memperlihatkan eksistensi kelompok terorisme dengan terbuka kepada Pemerintah, ini sebuah Lompatan keberanian yg dilakukan oleh kelompok ini," katanya.
Arqam juga menganggap serangan teror di tengah Kota Jakarta sebagai upaya para teroris untuk menujukkan keberadaannya sehingga mudah diliput oleh media baik nasional maupun luar negeri.
"Sarinah Thamrin sebagai titik serangan sangat strategis bagi kelompok teroris untuk menunjukkan eksistensi teroris
ini, karena tidak jauh jauh dari kantor pemerintahan seperti
Menkopolkam, Kementerian Pertahanan dan Istana Presiden," ujarnya.
"Ini Bentuk teror yang pertama dilakukan secara terbuka di tengah
masyarakat dan di depan aparat kepolisian, Polri dan TNI perlu perketat
koordinasi intelijen untuk menangkal ancaman terorisme selanjutnya," tambahnya
\
