
WAJOTERKINI.COM --- Kemarau berkepanjangan masih terus dirasakan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) tak terkecuali di Kabupaten Wajo. Kendati demikian sejumlah wilayah di Sulsel sudah diguyur hujan.
Berdasarkan pantauan di sejumlah Kabupaten/Kota se-Sulsel sudah diguyur hujan berbeda halnya di Kabupaten Wajo, meski mendung kerap munculkan diri namun hujan enggan juga membasahi Bumi Lamaddukelleng.
"Baru dua kecamatan sudah diguyur hujan. Mendung hanya pemberi harapan palsu bagi masyarakat Wajo sebagai tanda akan turunnya hujan, PHP kata anak sekarang,"kata salah seorang warga Sengkang, Ippank.
Hanya ada dua musim yang kerap dirasakan masyarakat di Wajo, jika bukan musim kemarau pasti musim banjir kata warga Tempe lainnya, Iwan.
Menurutnya, suasana panas enam bulan terakhir sangat terasa dan cukup membuat masyarakat mengalami dehidrasi. Enggan nya hujan membasahi Bumi Lamaddukelleng akibat ulah manusia itu sendiri karena di Kabupaten tetangga hujan bahkan sudah setiap hari.
"Salah satu contohnya pengerukan gunung-gunung, akibatnya serapan air makin berkurang, kita harus introspeksi diri, Wajo diibaratkan kehilangan arah pembangunan sehingga bukit beralihfungsi,"katanya.(wt-chal)
\