Wednesday, November 18, 2015

Jika Tidak Berinovasi, Media Massa Akan Dihampiri Lonceng Kematian

Ilustrasi (INT).


Pewarta
Musliadi

MAKASSAR. BONEPOS - Media Massa yang tidak bisa beradaptasi dengan perubahan zaman dan tidak bisa memenuhi ekspektasi audiensnya bakal berguguran. Kini masyarakat menginginkan memeroleh informasi secepat mungkin, beragam, akurat, murah, dan mudah dalam mengakses berita.

Dosen Ilmu Komunikasi Unhas Aswar Hasan dalam acara Diskusi Media bertema "Masa Depan Media Massa" di Hotel Trisula Makssar, Selasa 17 November kemarin mengatakan, kondisi yang serba online tersebut bisa dibaca sebagai warning (peringatan) bagi media massa konvensional, khususnya media cetak dan radio.

"Jika pengelola media massa tak pandai melakukan inovasi dan tak segera beradaptasi dengan perubahan zaman dan perilaku audiensnya, maka lonceng kematian bakal segera menghampirinya," kata mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel ini yang dikutip dari Tribun Timur.com

Dalam diskusi yang digelar Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan itu, Aswar mengingatkan, agar media massa apa pun bentuknya: cetak, radio, online, televisi harus tetap bisa menjaga independensi dan kepercayaan (trust) bagi audiens-nya.

"Sekalipun cepat dalam penyampaian berita serta lebih luas dan mudah diakses, tapi jika tidak independen dan tidak memilik trust, maka media tersebut juga bakal sulit eksis," ungkapnya.

Seperti yang diketahui, media konvensional seperti media cetak jenis surat kabar, dalam 10 tahun terakhir mengalami pergeseran drastis. Surat kabar dihantam gelombang tsunami akibat perkembangan teknologi.

Pengelola surat kabar diharuskan berpikir dua kali mengelola bisnis surat kabarnya, lantaran para pengelola media berhadapan langsung dengan era digital, begitu juga, pengelola media cetak, mau tidak mau harus mengikuti keinginan pembaca yang ingin cepat saji.

Keyakinan pergeseran ini sebenarnya, tak seharusnya menjadi ancaman bagi pemilik media. Tetapi, menjadi motivasi tersendiri, agar pemilik media mencari jalan keluar, sekaligus mencari alternatif baru untuk memperkuat masa depan surat kabar agar tetap eksis.

Eksistensi surat kabar melalui cetak atau digital, sebenarnya sama saja asalkan pemilik media memberikan solusi untuk menghindari agar media cetak tidak gulung tikar. Apalagi masa era digital seperti ini, masyarakat pembaca dipaksa serba instan.

Pembaca tidak lagi sibuk-sibuk membeli koran di kios terdekat, tetapi lebih jauh dari itu, pembaca cukup membuka peralatan teknologi seperti iPad, website atau e-paper surat kabar yang dituju. Seluruh berita dan sajian informasi sudah ada di dalamnya.


Editor: Enal Shaenal
COPYRIGHT © BONEPOS 2015
\

 
About | Contact | Sitemap | Privacy
Back To Top