| pos siskamling |
SULSEL.INFO, MAKASSAR - Siskamling atau Sistem Keamanan Lingkungan punya sejarah panjang di negeri ini. Berawal dari jaman kolonial Belanda. Kala itu, sejumlah pos dibangun di daerah-daerah tertentu. Fungsinya guna mengawasi gerak warga yang lebih dulu menghuni jagat nusantara ini.
Sistem ini diadopsi pula oleh Pemerintah Jepang ketika menginvasi negeri ini. Begitu pula dengan fungsinya.
Tapi keadaan lalu berbalik, setelah Soekarno-Hatta memproklamirkan kedaulatan Nusantara yang beralih ke nama Indonesia. Orang-orang Nusantara yang awalnya jadi obyek pantauan sistem ini lantas jadi subyek. Sedangkan obyeknya adalah orang-orang Belanda dan Jepang.
Seiring berjalannya negara ini, yang diawasi pun berubah jadi warga dari negeri ini sendiri. Yakni mereka yang hendak membobol rumah warga. Sistemnya, warga berkeliling ke berbagai arah di sekitar lingkungannya. Berbagai sinyal pun dikirim ke sesama peronda menggunakan bunyi kentongan yang diatur jumlah ketukannya, sesuai pesannya.
Namun, bagaimanakah kini nasib sistem keamanan ini di Makassar?
Beberapa Pos Siskamling kini banyak yang tak berfungsi dengan baik. Bahkan tak berjalan lagi. Seperti Pos Siskamling yang ada di Jl Perumnas Tamalate 4.
Warga sekitar jalan itu membenarkan hal itu. Eko (24) mengatakan, pos siskamling di daerah kompleks tempat tinggalnya kini sudah kelihatan usang karena tidak difungsikan lagi. Berbeda pada awal-awal didirikannya sekitar 10 tahun lalu.
“Tidak adami orang yang mau perhatikan ini Siskamling. Padahal, dulunya ini dipake buat pantau ini kompleks. Tapi sekarang tidak adami. Bahkan lebih parahnya lagi, dipakeji sebagai tempat berteduh kalau hujan. Karena siapa juga mau tempati untuk ronda, na kotor sekali,” ujar Eko ketika dimintai keterangan.
Lapuk dan berjamur, itulah kondisi Pos Siskamling yang pernah digunakan segelintir orang tua yang menjaga tiap kali mendapat jatah bertugas. Namun di era modern ini, non-aktifnya tempat dan sistemnya juga dipengaruhi oleh rasa kebersamaan antar tetangga di kalangan warga. Apalagi di kalangan orang-orang mudanya.
“Soal penyebabnya, saya kurang begitu tahu. Tapi yang jelasnya, memang sosialisasi pemuda saat ini sudah kurang di daerah ini. Mungkin karena sibuk kerja dan langsung beristirahat sehabis melakukan kegiatan,” ungkapnya
"Apalagi sekarang sangat banyak aksi begal yang mengincar korbannya dimana-mana" tambahnya.
\