SULSEL.INFO. ENREKANG - Salah satu upaya
mengurangi sampah adalah melalui pembudayaan. Pemerintah melalui Kementerian
Pekerjaan Umum mengembangkan berbagai proyek percontohan 3R di beberapa
provinsi. Berbagai kebijakan dan program yang dikembangkan terkait pengelolaan
sampah dan 3R hanya akan berhasil jika mendapat dukungan dari masyarakat dan
kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk gencarnya Gerakan Peduli Sampah 2015.
Tujuan
dari pencanangan gerakan, untuk mendorong seluruh elemen pemerintah dan
masyarakat agar lebih peduli terhadap sampah melalui pengembangan 3R.
Targetnya, tidak hanya mengurangi sampah yang dihasilkan, tapi juga
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Adapun hasil yang diharapkan dari
gerakan ini adalah mewujudkan Indonesia peduli sampah melalui pelaksanaan 3R,
mendorong seluruh masyarakat membudayakan 3R dengan mengelola sampah dimulai
dari diri sendiri, mengubah cara pandang masyarakat, sampah sumberdaya yang
berguna dan bermanfaat.
Korlap
Gerakan Peduli Sampah, Rahmat mengatakan, Pengelolaan Sampah harus terus
ditingkatkan melalui prinsip 3R. ‘Kami mengajak seluruh elemen mantapkan
komitmen pemerintah, dunia usaha dan masyarakat memulai langkah nyata dalam
melakukan pengolahan sampah dari sumbernya dan pemanfaatan energi bersih,
karena pada hakekatnya setiap individu merupakan sumber penghasil sampah,’
ujarnya. Katanya.
Rahmat
melanjutkan, kegiatan diselenggarakan Persatuan Mahasiswa Massenrenpulu yang
tergabung dalam berbagai BEM Perguruan Tinggi di Enrekang (Akbid Sumber Kasih
Enrekang, IPB Enrekang, STIKIPMuhammadiyah Enrekang, STIKES Enrekang, dan STAI DDI
Enrekang. Hadir perwakilan unsur pemerintah daerah, Dinas Kebersihan
Enrekang dan Diskoperindag dari seluruh Indonesia, unsur dunia usaha, dan unsur
masyarakat.
\
