SULSEL.INFO. - Makassar. Gempa berkekuatan 4,5 Skala Richter mengguncang kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (14/12/2015) sekitar pukul 10:17:23 WITA lalu, Menurut prakiraan Badan Meteorologi,Klimatologi, danGeofisika (BMKG) kota Makassar, Sujarwo, gempater sebut terjadi diperairanlaut Takalar Sulawesi Selatan.
Mengapa gempa itu terjadi? berikut penjelasannya, informasi ini diperoleh Zulkifli Tri Darmawan Mahasiswa Fisika angkatan 2013 Universitas Negeri Makassar.
Wawan, sapaannya mengatakan "Gempa ini terjadi sebagai akibat dari pemekaran lempeng samudera di selat makassar. Gempa ini terdapat di lokasi 5’ 35 LS-118’90 BT atau 69 km barat laut Takalar. Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 15 km Dari data tersebut terlihat bahwa gempa yang terjadi di Takalar beberapa hari yang lalu, terjadi sebagai akibat dari pemekaran lempeng samudera di selat makassar.
Apa itu pemekaran lempeng samudera? Hipotesa pemekaran lantai samudera dikemukakan pertama kalinya oleh Harry Hess (1960) dalamtulisannya yang berjudul “Essay in geopoetry describing evidence for sea-floor spreading”.
Dalam tulisannya diuraikan mengenai bukti-bukti adanya pemekaran lantai samudera yang terjadi di pematang tengah samudera (mid oceanic ridges), Guyots, serta umur kerak samudera yang lebi hmuda dari 180 jutatahun.
Hipotesa pemekaran lantai samudera pada dasarnya adalah suatu hipotesa yang menganggap bahwa bagian kulit bumi yang ada di dasar samudera Atlantik tepatnya di pematang tengah samudera mengalami pemekaran yang diakibatkan oleh gaya tarikan (tensional force) yang digerakan oleh arus konveksi yang berada di bagian mantel bumi (astenosfir).
Akibat dari pemekaran yang terjadi di sepanjang sumbu pematang tengah samudera, maka magma yang berasal dari astenosfir kemudian naik dan membeku. Magma ini terus keluar ke atas di pematang tengah samudera dan menghasilkan aliran magma yang mengalir kedua arah berbeda dan menghasilkan kekuatan yang mampu membelah pematang tengah samudera.
Pada saat lantai samudera tersebut terbelah, retakan terjadi di tengah pematang dan magma yang meleleh mampukeluar dan membentuk lantai samudera yang baru. Proses inilah yang membuat Takalar beberapa hari yang lalu sempat goncang.
Dalam berita tersebut juga dikatakan bahwa kekuatan magnitudo dari gempa ini sebesar 4,5 skala richter dengan kedalaman pusat gempa 15 km. Gempa dengan kekuatan magnitudo 4,0-4,9 skala richter akan terasa oleh hampir semua orang dan apabila sudah mencapai 5,0-5,9 skala richter akan mulai menimbulkan kerusakan parah akibat goncangan gempa (Asyhari, 2011).
Selain parameter kekuatan, gempa juga bisa disebabkan oleh parameter kedalaman pusat gempa. Dangkal (<60 km) akan menyebabkan kerusakan parah, kedalaman sedang (60-300 km) akan menimbulkan kerusakan ringan dan pada umumnya terasa getarannya, dan dalam (>300 km) pada umumnya tidak terlalu berbahaya.
Inilah yang menyebabkan gempa di Takalar kemarin dapat dirasakan oleh masyarakat yang ada di kabupaten Gowa dan kota Makassar. Selain itu, gempa ini juga tidak menyebabkan kerusakan parah walapun kedalaman pusat gempanya dangkal namun magnitudonya relatif kecil yakni 4,5 scala richter dan goncangannya hanya berlangsung beberapa detik.
Gempa yang terjadi di Takalar kemarin juga diprediksi tidak mengalami gelombang tsunami pasca gempa tersebut. Tsunami merupakan rangkaian gelombang laut yang mampu menjalar dengan kecepatan hingga lebih dari 900 km per jam, terutama diakibatkan oleh gempa bumi yang terjadi di dasar laut.
Gempa pembangkit tsunami biasanya memiliki ciri-ciri lokasi epicenter terletak di laut, kedalaman pusat gempa relatif dangkal kurang dari 70 km serta memiliki magnitudo besar lebih dari 7,0 scala richter. Itulah sebabnya mengapa gempa tersebut tidak berpotensi gempa. Walapun kedalamannya 15 km namun magnitudonya kurang dari 7,0 sehingga tsunami diprediksi tidak akan terjadi.
"Infomasi ini telah saya diskusikan dengan pakar Geology Ayahanda Muhammad Arsyad salah satu dosen Fisika UNM" kata Wawan, Selasa(6/1/16).
\
