Wednesday, January 27, 2016

Inilah Pengakuan Alumni Unhas yang Menjadi Arsitek Pemukiman Gafatar


SULSEL.INFO. MAKASSAR - Jalil (28) yang salah satu warga asal Makassar yang ikut tergabung dalam rombongan mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang tiba di pelabuhan di Pelabuhan Soekarno – Hatta. Ia ternyata berperan sebagai desainer pemukiman Gafatar.

Jalil adalah alumni Teknik Sipil Unhas berperan sebagai orang yang mendesain tata pemukiman dan pertanian di perkampungan yang terletak di Desa Karya Jaya, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Meski mengaku bukan anggota Gafatar, motivasinya untuk tinggal di Kalimatan karena ingin mendukung program kedaulatan pangan untuk menghadapi krisis pangan satu-dua tahun ke depan. "Kita berencana untuk itu sebenarnya," ujarnya di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Rabu (28/1/16).

Menurutnya, biaya hidup di Kalimantan relatif lebih murah dibanding Sulawesi. Banyaknya lahan yang masih tidur di Kalimantan menjadikan dia betah disana. "Jadi kita bebas untuk mengembangkan pertanian," ucapnya. Menurutnya, selama empat tahun banyak kegiatan yang telah dilakukan. Namun, media kurang responsif dan mengulasnya.

"Cuma satu dua yang meliput sehingga tidak booming seperti sekarang. Sekarang barangnya malah sudah tidak ada, baru diangkat kembali," ujar Jalil.


Dia juga mengakui bila beredar opini ditengah masyarakat bahwa di Kalimantan adalah Gafatar. "Padahal Gafatar sudah tidak ada sejak 13 Agustus lewat SK menteri itu sudah dibubarkan," tambahnya. Menurutnya, Gafatar tidak terkoordinir secara organisasi dan pentolan Gafatar saat ini masih menjalankan fungsi komunikasinya, baik teman maupun keluarga.
\

 
About | Contact | Sitemap | Privacy
Back To Top