Thursday, December 24, 2015

Terjangan Angin, Warga Pangkep Bersedih

gambar bencana angin pangkep
SULSEL.INFO.- Pangkep.Sejumlah daerah di Kabupaten Pangkep diterjang bencana. Beberapa daerah yang diterjang bencana ialah Kec, Mandalle,Kecamatan Ma'rang dan Kecamatan Labbakkang. di Kecamatan Mandallae Sebanyak 42 rumah warga rusak parah setelah diterjang hujan deras yang disertai dengan angin puting beliung, Kamis (24/12/2015) sore. Kerusakan terbanyak terdapat di Desa Tamarupa yakni 38 rumah, Desa Coppotompong tiga rumah dan Desa Mandalle satu rumah.Sementara, jumlah rumah rusak berat 17 rumah termasuk dua rumah rata dengan tanah, 23 rusak ringan..

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangkep mencatat 56 rumah terkena angin puting beliung, dna mengakibatkan rumah mengalami kerusakan atap dan dinding. 

Kepala BPBD Pangkep Syafei Yasin mengatakan, sejak pagi hingga sore, hujan deras disertai angin kencang menerjang rumah warga secara bertahap. Lokasi terparah berada di Kepulauan Lekoboddong, Kelurahan Anrong Appaka, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, di mana angin kencang merusak sedikitnya 15 rumah warga. 

Syafei mengatakan Pangkep merupakan kawasan yang rawan terjadinya angin puting beliung. Namun begitu, bencana itu tidak menimbulkan korban jiwa. Hingga kini, sebagian warga yang rumahnya hancur memilih bertahan di rumah mereka. 

Di Kota Pangkep, sedikitnya ada 12 rumah, di Bontolangkasa ada 15 rumah, Bontolera tiga rumah, dan di beberapa titik lainnya yang rata-rata satu rumah mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang itu. 

"Aliran listrik juga terputus sehingga kondisi tidak memungkinkan untuk dilakukan pendataan secara rinci," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pangkep, Safei Yasin.

Di Kecamatan Ma'rang, keadan terparah saat ini berada di kampung Ulu Batu, sebanyak 30 rumah rusak. "Masih ada satu desa yang kami tunggu laporannya dari tim yakni Desa Pitue, hingga saat ini daerah pesisir pantai itu belum bisa dijangkau tim karena wilayahnya cukup terpencil meski jarak tempuhnya dari kota Pangkep sekitar 17 km," kata Safei.

Mayoritas rumah rusak, adalah rumah panggung terbuat dari kayu, beratap dan berdiding seng. Angin kencang terjadi saat magrib. "Hujan deras disertai angin kecang, tiba- tiba datang memporakporandakan rumah warga, angin bertiup dari arah barat atau dari arah laut,

\

 
About | Contact | Sitemap | Privacy
Back To Top