SULSEL.INFO. - Makassar. Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa ekonomi Sulsel pada triwulan I 2015 dan untuk keseluruhan tahun 2015 hanya tumbuh pada kisaran 6,9%-7,9% atau mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai angka 8,5% (yoy). Ekonomi Sulsel juga mengalami tekanan akibat melemahnya ekonomi nasional.
"Prospek pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan I 2015 melemah dengan tingkat inflasi yang terkendali". Ungkap.Direktur Eksekutif Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Mokhammad Dadi Aryadi dalam Kajian Ekonomi Regional.
Pertumbuhan ekonomi ditopang oleh permintaan domestik konsumsi dan investasi, walaupun sektor ekonomi yang terkait ekonomi global masih melemah. Di sisi lapangan usaha, peningkatan terjadi pada konstruksi, perdagangan, transportasi, informasi/komunikasi, real estate, dan jasa-jasa.
“Perlambatan diperkirakan akan terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi terkait kebijakan pemerintah untuk mengurangi kegiatan rapat di hotel.Tekanan harga tahun 2015 diprakirakan akan tetap terkendali, dengan besaran masuk dalam rentang target inflasi nasional. Faktor yang mendorong adalah ketersediaan bahan makanan yang relatif mencukupi, ditambah dengan tren penurunan harga minyak dunia,” Ungkapnya
"Prospek pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan I 2015 melemah dengan tingkat inflasi yang terkendali". Ungkap.Direktur Eksekutif Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Mokhammad Dadi Aryadi dalam Kajian Ekonomi Regional.
Pertumbuhan ekonomi ditopang oleh permintaan domestik konsumsi dan investasi, walaupun sektor ekonomi yang terkait ekonomi global masih melemah. Di sisi lapangan usaha, peningkatan terjadi pada konstruksi, perdagangan, transportasi, informasi/komunikasi, real estate, dan jasa-jasa.
“Perlambatan diperkirakan akan terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi terkait kebijakan pemerintah untuk mengurangi kegiatan rapat di hotel.Tekanan harga tahun 2015 diprakirakan akan tetap terkendali, dengan besaran masuk dalam rentang target inflasi nasional. Faktor yang mendorong adalah ketersediaan bahan makanan yang relatif mencukupi, ditambah dengan tren penurunan harga minyak dunia,” Ungkapnya
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, nilai ekspor Sulsel pada Maret USD79,45 juta, atau mengalami penurunan 32,91 persen jika dibanding Maret 2014 lalu dengan nilai USD118,42 juta.
Sementara itu, Wagub Sulsel, Agus Arifin Nu’mang mengatakan, optimis triwulan II ekonomi Sulsel kembali pulih.Pemerintah Provinsi Sulsel menyatakan tetap optimis ekonomi daerah akan tumbuh sepanjang tahun ini, meskipun ekspor pada tiga bulan pertama mengalami penurunan cukup drastis.
Kemudian, nilai ekspor Sulsel periode Januari-Maret 2015 mencapai USD309,71 juta, atau susut sekitar 13,95% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014 lalu dengan capaian USD359,92 juta.
Agus Arifin Nu’mang mengatakan bahwa dalam beberapa bulan ke depan, aktivitas ekspor Sulsel akan terus digenjot. Bahkan volume ekspor ditargetkan bisa sampai tiga kali lipat dari yang sudah ada sebelumnya.Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Sidik Salam, mengakui bahwa dalam tiga bulan pertama, aktivitas ekspor hanya mengalami penurunan pada bulan Maret.
Sementara itu, Wagub Sulsel, Agus Arifin Nu’mang mengatakan, optimis triwulan II ekonomi Sulsel kembali pulih.Pemerintah Provinsi Sulsel menyatakan tetap optimis ekonomi daerah akan tumbuh sepanjang tahun ini, meskipun ekspor pada tiga bulan pertama mengalami penurunan cukup drastis.
Kemudian, nilai ekspor Sulsel periode Januari-Maret 2015 mencapai USD309,71 juta, atau susut sekitar 13,95% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014 lalu dengan capaian USD359,92 juta.
Agus Arifin Nu’mang mengatakan bahwa dalam beberapa bulan ke depan, aktivitas ekspor Sulsel akan terus digenjot. Bahkan volume ekspor ditargetkan bisa sampai tiga kali lipat dari yang sudah ada sebelumnya.Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Sidik Salam, mengakui bahwa dalam tiga bulan pertama, aktivitas ekspor hanya mengalami penurunan pada bulan Maret.
\
