SULSEL.INFO. - Luwu. Nelayan di Desa Raja, Kabupaten Luwu, melihat mayat yang mengapung di perairan Teluk Bone. Selain melihat mayat diduga milik KM Marina Baru, nelayan tersebut juga melihat sekoci, pelampung, tabung gas oksigen dan barang milik penumpang.
Saat melihat mayat terapung, nelayan tersebut mengaku sempat ingin membawa seluruh mayat tersebut ke darat namun karena ketakutan dan perahu yang digunakan jenis katinting terbilang kecil. Akhirnya niatnya tersebut dibatalkan lantaran masih ketakutan lantaran kaget melihat mayat.
“Sekitar 10 mayat, saya kaget dan ketakutan waktu melihatnya mengapung dalam keadaan telanjang, kondisinya membengkak, saya sendiri di perahu jadi saya takut,” kata Andi Imran seorang nelayan di daerah terebut.Andi Imran mengambil beberapa barang yang sempat di jangkau beberapa diantaranya pelampung warna orange yang bertuliskan KM Marina Baru 2B usai kembali dari memeriksa rumput lautnya.
“Saya hanya bawa barang yang saya yakini milik mayat yang terapung,” ujarnya usai memeriksa rumput lautnya. Barang yang berhasil dibawa oleh Andi Imran di amankan ke Mapolsek Bua untuk di identifikasi ulang.
Sehubungan dengan tragedi tersebut, kepala badan SAR nasional marsekal madya TNI FHB Soelistyo menyatakan saat ini pihak SAR melakukan pencarian korban KM Marina yang tenggelam di perairan Siwa.
Hal itu diungkapkan kepala Basarnas saat melakukan pemantauan di posko penanggulangan kecelakaan laut Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (21/12).
"Kami memprioritaskan pencarian terhadap korban yang terapung bukan terhadap kapalnya," katanya yang didampingi Kapolres Kolaka, AKBP Agus Iman Rifai, Kepala BPBD Kolaka, Aris Parubak.
Badan SAR membentuk posko pencarian di dua Kabupaten yakni Kabupaten Kolaka Utara, Sultra, di pimpin Kabasarnas Kendari dan di Siwa Kabupaten Siwa, Sulawesi Selatan dipimpin Kabasarnas Makassar.
Saat melihat mayat terapung, nelayan tersebut mengaku sempat ingin membawa seluruh mayat tersebut ke darat namun karena ketakutan dan perahu yang digunakan jenis katinting terbilang kecil. Akhirnya niatnya tersebut dibatalkan lantaran masih ketakutan lantaran kaget melihat mayat.
“Sekitar 10 mayat, saya kaget dan ketakutan waktu melihatnya mengapung dalam keadaan telanjang, kondisinya membengkak, saya sendiri di perahu jadi saya takut,” kata Andi Imran seorang nelayan di daerah terebut.Andi Imran mengambil beberapa barang yang sempat di jangkau beberapa diantaranya pelampung warna orange yang bertuliskan KM Marina Baru 2B usai kembali dari memeriksa rumput lautnya.
“Saya hanya bawa barang yang saya yakini milik mayat yang terapung,” ujarnya usai memeriksa rumput lautnya. Barang yang berhasil dibawa oleh Andi Imran di amankan ke Mapolsek Bua untuk di identifikasi ulang.
Sehubungan dengan tragedi tersebut, kepala badan SAR nasional marsekal madya TNI FHB Soelistyo menyatakan saat ini pihak SAR melakukan pencarian korban KM Marina yang tenggelam di perairan Siwa.
Hal itu diungkapkan kepala Basarnas saat melakukan pemantauan di posko penanggulangan kecelakaan laut Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (21/12).
"Kami memprioritaskan pencarian terhadap korban yang terapung bukan terhadap kapalnya," katanya yang didampingi Kapolres Kolaka, AKBP Agus Iman Rifai, Kepala BPBD Kolaka, Aris Parubak.
Badan SAR membentuk posko pencarian di dua Kabupaten yakni Kabupaten Kolaka Utara, Sultra, di pimpin Kabasarnas Kendari dan di Siwa Kabupaten Siwa, Sulawesi Selatan dipimpin Kabasarnas Makassar.
\
