Sunday, December 6, 2015

Dekan FTI UMI Buka Suara Soal Mahasiswanya Yang Membawa Sajam

Dekan Fakultas Teknologi Industri UMI, Zakir Sabara

SULSEL.INFO, MAKASSAR - Berkaitan dengan mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang tertangkap membawa senjata tajam (sajam) jenis badik, Dekan FTI UMI Zakir Sabara mengaku sangat prihatin. Tapi ia menyebutkan, hal tersebut bisa saja berkaitan dengan kondisi kota yang belum kondusif.

"Mungkin selama ini banyak begal dan mungkin juga kondisi keamanan kota Makassar yang belum aman," kata Zakir saat di konfirmasi tribun timur.com, Minggu (6/12/2015).

Adalah Umar Mustofa Oba (21) mahasiswa FTI UMI yang ditahan karena membawa dua Sajam jenis badik oleh Polsek Tamalate di Jl Sultan Alauddin, lorong 2, kec Tamalate, kota Makassar, Minggu (6/12/2015), dini hari.

Zakir, pria yang akrab disapa Pakde ini juga meminta kepada pemangku kepentingan di kota Makassar seperti wali kota Makassar dan Kapolrestabes Makassar untuk menjamin dan memberikan rasa aman kepada warganya.

"Agar masyarakat tidak mengambil inisiatif sendiri untuk mempersenjatai diri dalam melakukan pembelaan diri ketika ada kejahatan," ujarnya.

Sebelum Umar ditahan, warga Jl Sultan Alauddin memberikan informasi ke Polsek Tamalate bahwa ada perkelahian antar kelompok yang juga melibatkan mahasiswa.

Saat itu Umar sedang melintas dilokasi itu, ia pun diperiksa oleh petugas yang sedang menyisir dilokasi tersebut. Petugas kemudian mengamankan dua badik dari Umar.

Diketahui, saat introgasi petugas, Umar mengaku bahwa badik tersebut digunakan sebagai jaga diri dari orang jahat.

"Setahu saya, anak ini berperilaku baik di kampus, rajin kuliah dan aktif dikegiatan kemahasiswaan, ia juga belum pernah ada catatan buruk dikampus. Tapi apapun itu membawa sajam adalah perbuatan melawan hukum," ungkapnya.

"Saya yakin, bukan saja Umar tapi beberapa pengendara yang hendak keluar juga pasti membawanya," tambahnya. (*)
\

 
About | Contact | Sitemap | Privacy
Back To Top