| Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), M Zainal saat berkomunikasi dengan puluhan massa pendukung calon Kepala Desa yang berdemo di kantor Bupati Bone, Rabu 18 November 2015. (BONEPOS/ASR). |
Penulis |
Asriyadi - Riswandi |
WATAMPONE.BONEPOS - Sekitar 50-an warga pendukung calon kepala desa, mendatangi kantor Bupati Bone, Sulawesi Selatan, Rabu 18 November 2015. Mereka menuntut ketidakadilan dalam proses pemilihan kepala desa (Pilkades) yang digelar serentak Sabtu 14 November 2015 kemarin.
Puluhan massa yang mengatasnamakan pendukung calon Kades nomor urut 4 Muhammad Nawir dari Desa Ulo, Kecamatan Tellu Siattinge itu, memprotes pelaksanaan pemilihan di desanya, lantaran ditemukan kecurangan yang diduga dilakukan oleh pihak panitia, salah satunya mengenai surat panggilan.
"Kami bisa buktikan kecurangan yang dilakukan panitia, pertama dari surat panggilan kepada pemilih yang tidak disalurkan. Kami sudah sampaikan ke panitia tapi tidak ada tindakan. Untuk itu kami menuntut keadilan dari Bupati Bone," kata salah satu warga Asnia, kepada Bonepos.com, Rabu siang.
Dia menyebutkan, dari 4.000 wajib pilih, yang datang mencoblos hanya sebanyak 2.676 pemilih, sehingga ada kurang lebih 1.000 pemilih yang tidak datang memilih lantaran tidak mendapatkan surat panggilan.
"Pemilih yang terdaftar di DPT ada sekitar 4 ribu lebih, sementara yang datang mencoblos cuma 2 ribu lebih, selebihnya lagi kemana, ada apa ini," beber Asnia (Baca juga: Inilah Nama 177 Kades Terpilih pada Pilkades Serentak di Bone).
Seperti yang diketahui, untuk Pilkades di Desa Ulo ada empat calon kades yang bertarung, mereka adalah Andi Muh Sijid D, Hasanuddin, Hj A Faridawati dan Muhammad Nawir. Dalam pemilihan itu, calon nomor urut 2 yakni Hj Andi Faridawati (petahana) dinyatakan terpilih kembali.
Editor: Enal Shaenal
COPYRIGHT © BONEPOS 2015
\