Monday, November 16, 2015

Ini Penjelasan Kades Arasoe Soal 6 Pemuda yang Ditangkap Bawa Sajam



Pewarta
Suparman Warium

WATAMPONE.BONEPOS - Kapala Desa Arasoe, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Andi Syarifuddin membantah, jika 6 pemuda yang tingkap Polisi lantaran membawa senjata tajam (Sajam), pada Sabtu dini hari 14 November 2015 kemarin, adalah tamu yang sengaja diundangnya untuk menghadiri acara bakar-bakar ikan dikediamannya.

"Saya sama sekali tidak mengenal pemuda-pemuda yang ditangkap itu. Dan saya tidak pernah mengundang mereka datang kerumah saya. Makanya saya kaget tiba-tiba ada pelaku mengaku jika saya yang mengundang mereka datang ke Arasoe," kata Andi Syarifuddin saat dihubungi Bonepos.com, Senin siang 16 November 2015.

(Baca Juga: Andi Syarifuddin Menangi Pilkades Arasoe)

Calon Kepala Desa yang terpilih kembali memimpin Desa Arasoe ini menjelaskan, bahwa pasca dirinya memenangkan pertarungan Pilkades di wilyahnya, sejumlah pihak menuding dirinya telah melakukan pengerahan massa (Preman-red) pada hari H pemilihan.

"Pasca saya dinyatakan terpilih, ada pihak-pihak tertentu memanfaatkan moment ini untuk menjatuhkan saya, katanya saya kerahkan preman. Dimana premannya, yang ditangkap itu bukan orang saya, makanya ketika mengetahui hal ini saya langsung konfirmasi ke Polsek Cina," jelasnya.

Menurut Syarifuddin, suara yang diraihnya pada pemilihan pada Sabtu kemarin itu, murni pilihan masyarakat di Arasoe, tidak ada ancam mengancam apalagi mengerahkan preman. Apalagi hasil perolehan suara di wilayahnya itu selisihnya sangat jauh dari calon lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, enam pemuda asal Desa Sibulue diamankan personil BKO Brimob Polda Sulselbar di Desa Arasoe, Kecamatan Cina, lantaran kedapatan membawa senjata tajam berupa badik, golok dan tombak.

(Baca : Bawa Sajam Jelang Pencoblosan, 6 Pemuda di Arasoe Diamankan Anggota Brimob)


Editor: Enal Shaenal
COPYRIGHT © BONEPOS 2015
\

 
About | Contact | Sitemap | Privacy
Back To Top