| Kepala Syahbandar Pelabuhan Bajoe Arifuddin (BONEPOS/SUP). |
Pewarta |
Suparman Warium |
WATAMPONE.BONEPOS - Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melebur stigma 'negatif' atas proyek pembangunan proyek pelabuhan rakyat (PELRA) Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone. Bahkan proyek yang kembali dilanjutkan pembangunanya dengan penambahan anggaran sebesar Rp 45,3 miliar itu mendapat predikat terbaik dari BPK.
Kepala Syahbandar Pelabuhan Bajoe Arifuddin selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada proyek tersebut mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan selama kurang lebih tiga minggu, akhirnya BPK menyatakan hasil audit yang dilakukan pada proyek tersebut tidak ditemukan masalah.
"Proyek ini meraih predikat terbaik pada audit BPK se-Sulawesi Selatan. Dimana indikator audit meliputi kualitas mutu pekerjaan, kualitas material, ketepatan waktu pekerjaan dan administrasi," kata Arifuddin kepada Bonepos.com, Kamis 19 November 2015.
Arifuddin menyebutkan, proyek yang ditarget selesai pada pertengahan Desember 2015 itu merupakan proyek pembangunan dermaga yang berskala besar. Pelabuhan ini akan dipergunakan untuk melayani aktifitas bongkar muat tempat sandar kapal kapal laut yang bertonase besar.
Editor: Enal Shaenal
COPYRIGHT © BONEPOS 2015
\