
WAJOTERKINI.COM, Soppeng -- Luar biasa anggaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Soppeng mencapai 1,5 miliar dengan estimasi 8 Kecamatan dua kandidat calon Bupati.
KPU mendapat suntikan dana Rp2 miliar setelah pembahasan anggaran perubahan, diketahui sebelumnya KPU dianggarkan sebesar Rp3 miliar rupiah.
Besarnya anggaran Pilkada Soppeng mengundang reaksi staf ahli Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Syamsu Niang, Andi Rahmat meminta, transparansi dalam penggunaan anggaran pemilihan bupati dan wakil bupati Soppeng.
Andi Rahmat yang juga mantan ketua Panwas Soppeng itu menambahkan, KPU Soppeng harus menjelaskan berapa jumlah anggaran yang dikeluarkan KPU untuk pembuatan dan pemasangan alat peraga kampanye (APK), sosialisasi, anggaran penyelenggaraan debat, pencetakan kertas suara dan distribusi suara.
"Pemerintah terlalu banyak menghambur-hamburkan uang demi Pilkada Soppeng. Anggaran senilai Rp 13 miliar sudah cukup digunakan untuk dua paslon," terangya.(wt-ais)
Pemerhati Pilkada Soppeng, Arisal menilai dana tambahan senilai Rp 2 miliyar untuk penyelenggaraan dan pelaksanaan Pilkada Soppeng. Menurutnya anggaran Rp13 miliar mesti dikurangi bukan ditambah karena yang maju hanya dua paslon.
"Harusnya anggaran Pilkada Soppeng dikurangi bukan ditambah. Penambahan anggaran Pilkada secara otomatis akan menghambat pembangunan di Soppeng, inikan menggunakan APBD. Pangkep aja ada 4 calon dengan wilayah yang lebih luas dan wajib pilih yang lebih banyak," ungkapnya.(wt-chal)
\